JANGAN BIARKAN LEPAS HINGGA DIRIMU MERATAP CEMAS
![]() |
| Jangan Biarkan Lepas Hingga Dirimu Meratap Cemas - sigerkita.com |
Jangan Biarkan Lepas Hingga Dirimu Meratap Cemas
Karya : Fakhruddin Attar
Minggu 11 Januari 2020
"Waktu bak sebuah pedang, jika kamu tidak memotongnya, maka dia akan memotongmu”. Begitulah petuah dari Imam Syafi’i yang mengisyaratkan betapa pentingnya mengatur waktu agar melahirkan manfaat bukan mudharat, membuat karya bukan asik dengan foya-foya, mencari majelis ilmu bukan terlena dengan sabu-sabu, menambah bekal akhirat bukan tergoda dengan nikmat sesaat, Jangan Biarkan Lepas Hingga Dirimu Meratap Cemas.
Janganlah mengakhirkan pekerjaanmu hingga esok hari, (untuk pekerjaan) yang kamu dapat mengerjakannya hari ini ”
Mengakhirkan pekerjaan berarti menunda-nunda persoalan, inilah
salah satu permasalahan kita dalam mengatur perihal waktu. Dalam Kamus Besar
Bahasa Indonesia artinya “mengundurkan waktu pelaksanaan”, “dilaksanakan
lain waktu”, atau berlama-lama. Menunda diartikan menangguhkan suatu ihwal
untuk sementara waktu, dengan berangan-angan akan dapat mengerjakannya dilain
waktu.
Procrastination atau menunda-nunda nyatanya merupakan permasalahan
yang dihadapi banyak orang, yang seharusnya sebuah tugas diselesaikan, justru
mengerjakan hal lain yang semestinya dikesampingkan. Banyak psikolog menyebut
persepsi soal waktu dan perbedaan cara pandang konsep diri hari ini dan masa
depan menjadi latar belakang kebiasaan menunda pekerjaan. Pychyl menjelaskan
orang yang lebih mementingkan masa depan memiliki perilaku menunda yang lebih
sedikit.
Tabir kesuksesan terbesar adalah
menunda-nunda, yang menggiring seseorang ke jurang kegagalan dan bersiaplah
terjebak dalam penyesalan. Dengan kata lain, menunda berarti anda rela
menyerahkan peluang kesuksesan pada orang lain dan melumpuhkan diri sendiri.
Mau berapa lama lagi kita disini sedangkam mereka dengan mudahnya mengambil
setiap kesempatan sukses yang ada di depan kita? Masihkan kuat melihat mereka yang telah jauh
melampaui pribadi yang tak tau diri ini, yang hanya bisa bermimpi tanpa berbuat
?
Tak ada kata terlambat dalam menyesali
penundaan yang telah dilakukan berkali-kali, mulai sekarang kita tanamkan bahwa
semakin kita menunda maka semakin jauh pula pada masa depan yang kita idamkan.
Mari berbenah dari sekarang untuk menatap masa depan yang terang benderang.
Semoga kita selalu istiqomah dalam meniti
kehidupan tanpa menunda-nunda perkerjaan yang seharusnya kita utamakan dan
setiap urusan yang kita lakoni dimudahkan oleh Sang Maha Besar. Aamiin Yaa
Rabbal ‘Alamin
-

Belum ada Komentar untuk "JANGAN BIARKAN LEPAS HINGGA DIRIMU MERATAP CEMAS"
Posting Komentar