AKU MENYESAL IKUT BAPINDA By DEBI PRANATA

Aku terlahir dari lingkungan yang biasa saja, bukan dari lingkungan yang
agamis, ibadah biasa saja, kenal sunnah
hanya sholat tarawih saja. Setelah lulus SMA, Tuhan menitahkan hidupku untuk
melanjutkan belajar disalah satu kampus Islam terbaik di Lampung yaitu UIN Raden Intan Lampung. Jujur ini bukan kampus impianku, tapi daripada tidak
kuliah ditahun itu dan yang kutahu, diriku ini kalau sudah merasakan nikmatnya
bekerja dan mendapatkan uang, maka semangat belajarku bakal menurun, atau
bahkan tidak mau kuliah lagi. Tahun pertama, ku jalani dengan banyak aktifitas
rebahan, kuliah pulang – kuliah pulang. Ikutan apapun, tidak ada yang klik
dihati.
Sampai-sampai, ditahun kedua aku mencoba mendaftarkan diri dikampus
impianku lewat jalur nasional dan lolos dengan beasiswa. Aku senang bukan main,
tapi aku tahu secara tersirat orangtuaku tidak merestui itu. Akhirnya banting
setir putar balik memusatkan perhatianku ke kampus yang sudah satu tahun
kujalani, UIN Raden Intan Lampung. Waktu itu aku tahu, bahwa tanpa ijin dan
ridho orang tua tak akan baik ujungnya. Satu tahun dikampus itu, aku mengamati
mana-mana saja Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang menarik perhatianku dan
secara konsisten menyelenggarakan kegiatan-kegiatan pengembangan yang
bener-benar support anggotanya buat
tumbuh dan berkembang. Dengan dalih tak mau menganggur, akhirnya aku
menjatuhkan beberapa pilihan UKM untuk kugandrungi ditahun kedua.
Salah satu UKM itu adalah UKM BAPINDA UIN Raden Intan Lampung. Sudah pasti aku
telat masuk, teman-teman seangkatanku di UKM adalah adik tingkatku angkatan
masuk kuliah. Tapi tidak apa, jadi merasa lebih muda :D, padahal sesungguhnya
kebalikannya. Benar, setiap minggu sudah bisa dipastikan ada kegiatan ini itu,
kegiatan wajib, kegiatan pilihan. Ditahun itu aku sadar, bahwa setiap detik
hidupku ditanah perantauan itu dibayar dengan jerih payah bapak mamak yang
mencari uang dikampung. Atas dasar itu, akhirnya aku tumbuh dan berkembang
menjadi orang yang suka dengan kesibukan atau hanya sekedar sok sibuk, aku menyesel ikut bapinda tidak dari dulu.
Seperti yang udah aku mention di
atas, aku kenal sunnah-sunnah itu ya
pas kuliah inilah. Dulu tau nama saja si, tapi tidak pernah diamalkan L. Berada di dalam UKM ini
aku benar-benar dipaksa sholeh. Bayangkan, baca Qur’an, Sholat dhuha, Sholat
tahajud, sampai-sampai istighfar dalam hati turut dicek setiap minggu sekali. “Huh, hal yang sangat tidak menyenangkan,
urusan banget sama ibadah orang lain, kayak ibadahnya sendiri udah bener”
gerutuku dalam hati waktu itu. Aku benar-benar tidak nyaman dengan hal itu.
Lambat laun, aku sadar ternyata untuk memiliki tabiat baik yang sebelumnya
belum konsisten dilakukan, salah satu solusinya adalah DIPAKSAKAN. Memaksa diri
sendiri bisa si, tapi aku tidak yakin kalau diriku bisa tegas dengan diri
sendiri, maka kehadiran UKM BAPINDA UIN Raden Intan Lampung dalam hidupku
benar-benar sangat membantuku, aku menyesal
ikut bapinda tidak dari dulu.
Disamping sisi religiusitas, dari
sisi lain aku mendapatkan banyak benefit lainnya
seperti kecakapan sosial, bekerjasama, kerja dibawah deadline, kedisiplinan, dan lain-lain yang sudah pasti tidak
dipelajari dibangku kuliah. Dalam prosesnya bukan mulus-mulus aja tanpa
kendala, banyak sekali menemui keganjalan baik dengan teman-teman lainnya
maupun sistem keorganisasiannya. Aku tidak selalu sepaham dengan mereka,
begitupun mereka yang tidak selalu sepaham denganku. Tapi uniknya tidak pernah
terbersit sekecil apapun dalam diriku untuk mangkir dan keluar dari barisan
itu. Ini soal hati, kalau hatimu sudah terpaut, kau bisa apa?
Salah satu jenis takut yang aneh dari berbagai macam ketakutan adalah takut
‘dituduh sholeh’ dan ketakutan itu
selalu menghantuiku kala itu. Pada akhirnya, ‘dianggap sholeh’ bisa menjadi trigger
atau semacam social control buat
terus-terusan untuk melakukan hal-hal yang orang sholeh lakukan. Apapun niat
awalnya asal untuk kebaikan, aku pikir tidak masalah asalkan lambat laun
pelan-pelan bisa memperbaiki niat-niat itu menjadi niat yang tulus dan lurus.
Mengenal dan dikenal banyak orang bagiku adalah hal yang sangat
menyenangkan, karena pada faktanya networking
adalah salah satu aspek penting untuk mencapai kesuksesan hidup seseorang.
Berada di UKM BAPINDA UIN Raden Intan Lampung sudah bisa dipastikan bertemu
dengan teman-teman dari berbagai fakultas dan jurusan. Selain merasa keren
karena “banyak temen”. Wawasanku juga
semakin luas terbuka, berdiskusi dengan orang-orang yang memiliki latarbelakang
keilmuan yang berbeda,
hobi yang berbeda, serta berbagai macam karakter menjadikan seseorang memiliki personality
yang benar-benar completed, dimata
siapapun, karena proses itu berjalan secara natural dan tidak dibuat-buat.
Banyak sekali UKM di dalam kampus yang dapat kita temui dengan
berbagai bidang kompetensi, tinggal pilih saja, tapi pastikan kita tetap selektif dalam menentukan pilihan itu,
karena hidup kita selama kurang lebih empat tahun dikampus ditentukan dari
keputusan-keputusan awal perjuanganmu, termasuk keputusan mau bergabung di UKM
yang mana. Secara subyektif, sudah pasti setiap organisasi memiliki kelebihan
dan kekurangan masing-masing dalam menjalankan roda keorganisasiannya. Suatu
keberuntungan bagi kita yang bisa melihat berbagai macam kejadian dari sisi
kebaikan, dari sisi pembelajaran.
Berperanlah dengan sebaik-baiknya peran, tanpa menghakimi kedudukan
organisasi lain. Mencintai dan membenci sangatlah lumrah, tapi sekedarnya
sahaja. Kalau kamu merasa belum mengenal berbagai macam UKM yang ada
dikampusmu, coba aktifkan semua panca inderamu, cari mana yang terbaik
menurutmu, bukan menurut orang lain yang dikatakan padamu. Stalking, aku pikir mejadi jalan mudah dan murah serta akurat yang
bisa kamu lakukan untuk mengenal sesuatu lebih jauh. Cari informasi tentang UKM dari orang yang sudah bergelut lama
dengannya, bukan dari orang lain yang sejatinya tidak tahu apa-apa.
TENTANG PENULIS
Aku Debi Pranata, lulus dari program studi Pendidikan Matematika UIN Raden
Intan Lampung tahun 2018. Sebelum mejadi pengurus bapinda, aku sempat menjadi
presidium di UKMF-IBROH, manah terakhirku menjadi staff K3PU UKM BPAINDA. Mampir ke www.debipranata.com untuk mengenalku lebih jauh. Terimakasih.
Cakeppp
BalasHapusNtabs 👍
BalasHapus