AMANAH BARU YANG MENGAJARKANKU BANYAK HAL By INDRI

Saat pertama kalinya menginjakkan
kaki di UIN Raden Intan
Lampung pada 17 Agustus 2014, hal pertama yang menyambutku adalah keramahan,
ketulusan dan keakraban. Hal itulah yang membuatku tak pernah direkrut oleh UKM BAPINDA UIN Raden Intan Lampung, tapi akulah yang merekrut UKM ini untuk
menjadi wadah bagi diriku untuk semakin hebat. Ya... aku merekrutnya dengan
perasaan bangga. Benar saja, ditahun pertama aku sudah dilibatkan dalam
kepantiaan, baik internal UKMF, UKM, maupun gabungan UKM ditambah semester tiga
diakhir tahun 2015 aku sudah mengajar TPA dan beberapa privat. Kuliah?? ya
tetap dong, organisasi ? apa lagi.
Hingga ditahun 2016 untuk kedua
kalinya aku dilibatkan dalam kepanitiaan terpanjang dalam sejarah per-UKM-an,
yaitu menjadi sekretaris koordinator acara panitia pelaksana Penerimaan
Mahasiswa Baru (PMB) UKM BAPINDA UIN Raden Intan Lampung. Seperti pada umumnya
sebuah kepanitiaan pasti tak jauh-jauh dari rapat, trial, action, evaluasi, dan terus berinovasi dengan segala daya
dan upaya untuk mengajak lebih banyak manusia merasakan kebahagiaan yang sama.
Selama menjadi mahasiswa, aku mengazzamkan
diri untuk selalu belajar, karena belajar itu never ending, aku selalu mencari kegiatan untuk itu, menggali
segala informasi, merasakan segala suhu, melakukan segala yang aku ingin tau
dan tentunya aku ingin menjadi yang terbaik untuk diriku.
Secara akademik, IPK ku tak pernah
menyentuh dibawah 2,7 bahkan di semester tersibuk ini aku mendapat IP 4,0 dalam
hatiku “indri, you’re crazy, padahal
porsi belajar kamu lebih sedikit dibandingkan porsi aktifitas organisasi dan
mengajar”. Bahkan diriku tak bisa menyombongkan diri atas pencapaian ini,
antara percaya dan tidak percaya, terserah mau percaya yang mana. Aku menikmati
setiap perjalanan lagi, hingga kutemukan jawabannya. Kamu tahu ? “Doa adalah senjata terbaik”.
Semenjak masuk di UKM BAPINDA UIN Raden Intan Lampung,
sedikit banyaknya mengubah personality
ku yang tadinya individualis
and egois menjadi tau tempat untuk bersikap. Perubahan itu baik dan tentunya
harus aku syukuri. Aku lebih open minded
dan lebih bersemangat untuk menjadi sebaik-baik manusia setiap harinya. Aku menjadi lebih
produktif sehingga memaksa diriku untuk membuat time table atau action plan
setiap harinya. Kembali pada topik mendapat IP 4,0. Pada saat itu time table ku adalah, tidak ada waktu
untuk belajar materi kuliah di luar jam kuliah “indri please, kamu harus fokus saat sedang dikelas, karena saat kamu
keluar kelas, kamu sudah ditunggu urusan yang lain untuk segera diselesaikan.”
Kunci pertama adalah fokus. Bahkan
saat UAS berlangsung, itu bersamaan dengan pembukaan layanan pendaftaran tes
mahasiswa baru, sibuk merekap data, jaga stand, dll. Hal yang paling aku ingat
adalah malam hari sebelum UAS, aku menelfon orang tua, nenek, bude, pakle untuk
meminta maaf jika ada kesalahan yang mungkin belum termaafkan dan meminta doa
supaya bisa mengikuti UAS dengan baik. setiap hari aku selalu minta doa untuk
kemudahan UAS ku kepada teman-teman yang aku temui di stand. “eh cuy.. bentar lagi
aku izin jaga stand ya, aku mau ada UAS hari ini, doain ya, semoga lancar”
dan tak pernah kudengar jawaban mereka selain kata-kata yang membuat aku lega
dan kian bersemangat untuk memasuki kelas. Saat mengisi kertas kerja, ntah apa
yang ada dikepalaku saat itu adalah betul-betul sebuah kemudahan dari Allah.
Ya... aku ingat pernah mempelajari materi
ini. Tapi? kenapa aku bisa ingat? padahal aku tak begitu menghafalkannya, dibandingkan
dengan teman-teman lain yang setiap hari membawa copy-an makalah, komat-kamit menghafalkan segala teori dan
kesimpulan diskusi. Kadang aku hanya ikut mengulang bermodal pinjam makalah yg
dibawa teman di detik-detik menunggu dosen masuk. Hingga pada ahirnya, IP
4.0 seperti didapat tanpa perjuangan. Dan pada akhir menempuh pendidikan di UIN Raden Intan Lampung
saya dinobatkan menjadi mahasiswa terbaik pada wisuda periode April 2019 dengan
IPK 3.90.
Tahukah teman-teman, begitu banyak
motivasi dalam Al-qur’an sehingga aku memiliki motto “Believe everything Allah Says”. Percaya saja dengan segala yang
Allah katakan, dan percayalah atas segala aktivitas baik yang sedang kamu
lakukan akan mendatangkan kebaikan pula. Aku adalah orang yang kompetitif dan memiliki
target kemandirian. Teringat diawal mendaftar kuliah aku berkata kepada orang
tuaku bahwa disemester 3 aku akan menghidupi keseharianku sendiri, padahal saat
itu aku belum tau gambaran hidup di Bandarlampung seperti apa dan bagaimana
cara bisa menghidupi diriku. Yang aku lakukan saat kuliah adalah serius untuk
belajar, memaksimalkan diri untuk berperan dalam lembaga dakwah kampus. Dalam
sela waktu ku aku selalu ngebatin “Ya Allah, yang aku punya
hanyalah waktu dan tenaga untuk membantu menyampaikan pesan agamamu, jadikanlah
UKM Bapinda sebagai wasilahku untuk menjadi pengemban risalah seberapapun
sedikitnya. Aku serahkan diriku untuk engkau cukupi Ya Allah, karena aku tidak
mampu untuk mencukupi diriku sendiri.”
Benar
saja di semester 3 aku sudah berpenghasilan hingga saat lulus kuliah tak pernah
pusing dengan urusan pekerjaan. Sampai kapanpun jangan pernah merisaukan urusan
dunia. Risaulah dengan waktu kita habis untuk apa dan seberapa bermanfaatnya
kita untuk membuat Agama Allah kian terlihat indah bagi orang-orang
disekeliling kita. Aku melewati banyak hal
yang membuatku kian bersyukur kepada Allah melebihi apapun, merasakan ikatan
paling kuat dalam jama’ah, mengetahui
seluk beluk paling dalam tentang baik buruknya tempat yang aku tinggali, hingga
berniat tak akan pergi dari sini.
TENTANG PENULIS
Hai.. Namaku Indriani Sri Utami, lahir di
Mesuji, 4 Maret 1996 dengan panjang 30
cm dan berat 3 kg. Walaupun Kecil banget
begitu, Alhamdulillah aku lahir normal.
Aku menempuh pendidikan TK-SMP di daerah perbatasan Lampung
Selatan dan Timur. Walaupun kek hidup
di dua alam, tapi hidupku masih normal
kok gaes. Cuman sekali keluar rumah langsung jelajah
antar kabupaten gitu. Hehe
Dari kecil keluargaku kasih panggilan Uut (dari kata
utami). Aku dipanggil indri saat masuk di bangku SMP. Biasa lah, disekolah kan budaya panggil nama
depannya masih kental ditambah SMP ku sudah jarang bertemu teman kecil. Walaupun awalnya terdengar aneh, tapi semakin
kesini aku makin suka dipanggil indri. Hanya saja saat kamu mencari alamatku
dan tanya dengan tetangga/rumpun keluargaku "rumah indri dimana ya?"
mungkin mereka jawab "ngga tau" walaupun sebenernya tau. Haelah.. Cuman perkara nama doang nih lama.
Next
lah...
Dari SD kelas satu sampe lulus SMK aku sudah langganan sama ranking
kelas saat semesteran. Ngga pernah
terdepak dari top 5. Sampai pernah mewakili kabupaten buat lomba kompetensi
kejuruan di provinsi. Juara 3 drama musikal di Lampung fire dan masuk tim
teater HUT DKI Tahun 2014 di TMII. Tapi aku tidak telalu bahagia gaes.
Karena belajarnya terpaksa banget. Orientasinya pinter dan lain sebagainya yang
orientasinya cuman dunia.
Sampai pada saat masuk kuliah, orientasi duniaku mulai pudar sedikit demi
sedikit. Berganti janji kebahagiaan yang
abadi dari sang Illahi-Rabbi. Hanya saja
aku masih tetep pinter gaes. Wkwkw
Pada intinya aku ingin berbagi. Bahwa Potensi yang ada
pada dirimu akan tetap abadi. Hanya saja
alangkah rugi jika orientasi kita hanya duniawi.
Dari saya indri, semoga kita semua menjadi pribadi
yang lebih baik lagi dan lagi.
#StayGold
Belum ada Komentar untuk "AMANAH BARU YANG MENGAJARKANKU BANYAK HAL By INDRI"
Posting Komentar