AYAH IBU MEMPENGARUHI SEJAK AWAL
Keluarga
menjadi titik nol dari perkembangan suatu kehidupan, sehingga menjadi hal yang
sangat mendasar yang perlu diperhatikan bagi seluruh anggota keluarga. Berasal
dari keluarga inilah seorang anak akan tumbuh dan berkembang sesuai apa yang
dia dapatkan dari keluarganya. Sebagai sesorang yang mempunya peranan yang
sangat krusial, seorang ayah dan ibu diharapkan memiliki pengetahuan terkai
apa-apa saja yang perlu diperhatikan agar tumbuh dan berkembangnya sebuah
keluarga berada pada tatanan kehidupan yang sesuai dengan yang semestinya.
Anak, menjadi sebuah ‘aset’ yang sangat berharga bagi para orang tua, yang diharapkan dari sebuah pernikahan salah satunya adalah seorang anak, tapi apakah seorang ayah dan ibu sudah siap menjadi seorang ayah dan juga seorang ibu? Karena akan banyak hal yang perlu dipersiapkan baik keilmuan ataupun mental untuk mengasuh, merawat, mendidik, meberikan tauladan kebaikan kepada sang anak. Jika, seorang perempuan akan saya berikan pengasuhan yang seperti apa? Jika seorang laki-laki akan saya berikan pengasuhan seperti apa? Begitulah kira-kira pertanyaannya.
Tidak
pelak lagi semenjak awal orang tua mencurahkan perhatiannya kepada bayi sejak
masa hamil. Bukan hanya seorang ibu yang sangat perhatian memberikan air susu
untuk anaknya, namun posisi ayah juga menjadi sangat penting dalam perkembangan
intlektual sang anak. Ayah dan ibu sejak awal dapat mempengaruhi perkembangan
mental sang anak, salah satu ungkapan penting hal ini adalah melalui rangsangan
langsung, seperti membelai, mengajak bicara dan bermain.
Orang
tua yang memiliki kepekaan dalam menanggapi dan mendorong anaknya supaya maju
dalam perkembangannya tampak berkembang baik jika respon yang diberikan tepat
sesuai dengan keinginan si bayi. Misanya memberikan tanggapan pada saat si bayi
tersenyum dan pada saat menangis. Tokoh ayah akan memberikan bantuan kepada
anaknya melalui penerapan berbagai kisah pengalaman dan ini berguna dalam
perkembangan kognitif anak. Pengaruh ayah dimuali sejak awal tanpa perlu muncul
lebih dahulu salah satu aspek perkembangan kognitif anak.
Sebuah
penelitian yang dilakukan oleh Pedersen, Rubinstein dan Yarrow, pengaruh yang
dimaksud diatas mulai pada usia 5-6 bulan. Akan tampak perbedaan anak yang
diasuh ayah dengan yang tidak diasuh ayah pada usia dini. Pedersen dan
koleganya melakukan semacam perbandingan dengan menggunakan skala Bayle untuk
mengukur perkembangan kognitif anak. Hasil tes ini mengungkapkan bahwa anak
laki-laki hidup tanpa ayah akan memperoleh skor terendah. Skala ini mengukur
sikap sensorimotor anak usia enam bulan seperti mengukur daya jangkauan gerak,
daya perhatian, kemudian kemampuan mengenal objek. Semua aktivitas ini adalah
tanda-tanda yang menunjukkan perkembangan intelektual anak. Ketika dites pada
anak perempuan ternyata kehadiran dan ketidakhadiran ayah kurang berpengaruh
pada perkembangan kognitif.
Hasil penelitian ini tidak selalu berarti bahwa masalah kehadiran dan ketidakhadiran ayah dapat menjadi penyebab perbedaan perkembangan intelektual anak. Meski tidak disangkal bahwa rangsangan seorang ayah terhadap anaknya sangatlah penting. Bayi laki-laki yang sering kontak dengan ayah juga mempengaruhi perkembangan kognitifnya setidaknya sampai pada masa kanak-kanak meski tidak semua aspek kognitif.
Sumber:
Psikologi
Keluarga, Drs. Save M Dagun
Belum ada Komentar untuk "AYAH IBU MEMPENGARUHI SEJAK AWAL"
Posting Komentar